pantai binuangeun, kec. malingping kab.Lebak prov. Banten
PANTAI BINUANGEUN
Pantai Binuangeun berada di Kecamatan Wanasalam
Kabupaten Lebak, 4 km dari terminal bus Bayah, 17 km dari Terminal
Malingping. Dapat dengan mudah, dijangkau dengan kendaraan umum maupun
pribadi. Terletak di Jalan Raya Binuengeun. Di sini dapat menikmati
aktivitas para nelayan mendaratkan hasil tangkapannya untuk dilelang.
Di sepanjang pantai banyak tempat yang nyaman untuk beristirahat bersama keluarga.
Terdapat fasilitas peristirahatan berupa villa yang dapat disewa.
Muara
Binuangeun , Desa nelayan yang terletak di bibir muara sungai yang
cukup besar ini kelihatan lebih sibuk dari pantai lainnya, letaknya
sekitar 4 km sebelah barat dari pantai bagedur , disana banyak sekali
terlihat kapal kapal nelayan , juga ada tempat pelelangan ikan
tradisonal, anda bisa mendapatkan lobster dengan harga miring , udang,
ikan krapu, ikan kakap, harganya luar biasa murah. Desa Muara Binuangeun
memiliki satu Hotel yang paling nyaman di kawasan Malimping, hotel
tersebut terletak di tepi sungai yang cukup lebar hingga setiap
cottagenya bisa menyandarkan kapal trolling untuk memancing berbagai
ikan di pantai selatan. Muara binuangeun memang surga bagi para
pemancing professional, terkadang mereka memancing bisa masuk kekawasan
Taman Nasional Ujung Kulon.
Setelah membeli ikan , udang dan cumi
, perjalanan dilanjutkan kearah timur menuju BAYAH, yang letaknya
kurang lebih 25 km dari pantai Talanca, disepanjang perjalanan , anda
akan disuguhkan pemandangan yang luar biasa, nuansa alam pantai selatan
begitu terasa disepanjang perjalanan. Yang ajaib adalah terkadang
pantainya terdapat karang karang raksasa menjulang tinggi dan jumlahnya
banyak sekali diantara pasirnya yang putih bersih, pemandangan yang
mencengangkan, anda akan terpana melihat alam yang bagai lukisan nyata .
Pantai
Talanca , pantai ini tadinya memiliki hotel yang sangat unik semua
terbuat dari batang Kelapa, bangunannya menjulang tinggi 4 lantai dengan
konstruksi kayu dan dipuncaknya ada sebuah ruangan besar yang bisa
menikmati pemandangan laut yang berjarak sekitar 50 meter dari bangunan
tersebut. Pantainya putih panjang membentang tak berujung dengan dihiasi
tanaman pandan raksasa disepanjang pantai, sungguh pemandangan yang
berbeda. Namun sayang saat ini hotel tersebut sudah ditutup oleh
pemiliknya.
Pernah kami mendengarkan dongeng dari pemilik
penginapan di pantai Talanca, pada ratusan tahun yang lalu dimana kapal
layar milik Penjajah Belanda berlayar disepanjang pantai, mereka melihat
sebuah muara dari kejauhan , dengan teropong salah satu awak kapalnya
melihat muara tersebut berkilauan dari jauh pada pagi hari, maka kapten
kapal itu memutuskan untuk mendekati muara tersebut.
Semakin
mendekat baru mereka menyadari bahwa kilauan tersebut berwarna keemasan.
Dan akhirnya mereka berlabuh di Muara itu, setelah mereka selidiki
mengapa ada kilauan berwarna keemasan, ternyata muara sungai tersebut
mengandung biji biji emas. Akhirnya mereka menyusuri masuk kedalam
sungai hingga jauh kepedalaman hutan, dan pada tahun yang sama mereka
telah menemukan Tambang Emas yang berlimpah limpah, sekarang ini daerah
tersebut dinamakan Cikotok, lokasi Tambang emas yang terkenal itu.
Pantai Bayah
Pantai
Bayah yang memiliki pemandangan luar biasa tersebut, semua perbelanjaan
dari Muara binuangeun disiapkan untuk di bakar maupun di goreng.
Pemandangan pada saat sunset seperti lukisan yang tak terkirakan
indahnya. Pantai bayah memang sangat jarang dikunjungi orang ,
suasananya begitu tenang, langit sangat cerah dan berangin sejuk ,
alamnya masih begitu perawan, jauh dari warung apalagi restauran,
Uniknya
terkadang para nelayan yang menggunakan sampan mendatangi tamu untuk
menjual hasil tangkapannya, berbagai jenis ikan bahkan kalau lagi
beruntung mereka menjajakan Lobster yang masih segar dengan harga yang
murah .
Udara pada saat malam di pantai Bayah cukup dingin,
begitu matahari terbenam jarang sekali terlihat kendaraan lalu lalang,
hanya terdengar deruan suara angin , Pantai bayah adalah surga bagi
pengunjung yang cinta akan suasana tenang dan romantis seperti ini.
Pagi
hari di pantai Bayah pun bisa menyaksikan sunrise, kita bisa melihat
para nelayan dengan kapal sederhananya melaut bersama, ombak relatif
lebih lembut dari pada siang hari, ombak pantai selatan memang tidak
seperti di laut jawa ataupun selat sunda, Ombak terlihat lebih
menggelora, suara gemuruh menambah kesan magis dan melengkapi suara alam
yang bermakna .
Sepanjang perjalanan menyusuri pantai selatan
yang luar biasa indah itu dilanjutkan kembali, disepanjang perjalanan
anda bisa menyaksikan pemandangan yang mengguncang, Lukisan lukisan alam
akan hadir setiap menitnya, dimana pantai yang putih membentang luas
dengan laut yang dinamis dan ditumbuhi oleh batu batu karang yang
menonjol serta tanaman pinggir pantai yang terkesan sebagai penghias
lukisan alam.
Terkadang kita melalui hutan lebat dipinggir pantai
dengan pantai yang bersih luar biasa dan ketika anda duduk dipantai
tersebut anda merasakan menyatu dengan lukisan alam tersebut , suasana
nya begitu berbeda , udaranya pun begitu bersih dan dingin


Tidak ada komentar:
Posting Komentar